Sabtu, 19 Juli 2025

Assalamualaikum wr.wb,
Shalom,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya,
Salam Kebajikan.
Salam Sejahtera untuk kita semua.

Hallo Genusian !!
Nama saya Artika Sri Rahayu, mahasiswa kelas Blended Learning di Universitas Nusa Putra. Sebagai bagian dari civitas akademika Nusa Putra, saya belajar mengenal dan mengamalkan Trilogi Nusa Putra yang menjadi landasan nilai dalam kehidupan dan sosial. Trilogi yang terdiri dari :

1/ Amor Deus (Cinta Kasih kepada Tuhan) yaitu nilai ini mengajarkan bahwa hubungan spiritual dengan Tuhan adalah landasan utama. Ibadah tidak hanya dipandang sebagai kewajiban, tetapi sebagai kebutuhan jiwa, sebuah cinta yang murni kepada Sang Pencipta. Nusa Putra menanamkan nilai ini agar insan kampus tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual.

2/ Amor Parentium (Cinta Kasih kepada Orang Tua) Nilai ini mengingatkan kita untuk selalu menjunjung tinggi ajaran dan nilai-nilai yang diwariskan oleh orang tua, guru, dan leluhur. Cinta dan bakti kepada orang tua menjadi kekuatan moral dan spiritual bagi setiap insan Nusa Putra.

3/ Amor Concervis (Cinta Kasih kepada Sesama) yang dimana sebagai manusia hidup dalam masyarakat yang majemuk menuntut kita untuk bisa bersikap adil, damai, dan saling menghargai. Nilai Amor Concervis mengajarkan untuk membangun empati, solidaritas, dan kerja sama, baik dalam lingkungan kampus, tempat kerja, maupun masyarakat.

Trilogi Nusa Putra University


Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern, sering kali kita terjebak dalam rutinitas bangun pagi, bekerja, pulang larut malam, lalu mengulangnya kembali esok hari. Dalam kesibukan seperti itu, terkadang kita lupa untuk berhenti sejenak dan bertanya kepada diri sendiri dan seringkali bertanya-tanya "Apa makna dari semua ini?" atau "Apakah saya hanya hidup untuk mengejar target dan tenggat waktu?"

Sebagai seorang mahasiswa kelas karyawan di Universitas Nusa Putra yang juga bekerja penuh waktu, sangat memahami dan merasakan betapa mudahnya kehilangan arah dan makna. Nilai-nilai diatas membuat saya menyadari bahwa di balik segala kesibukan, ada Tuhan yang harus selalu diingat, ada orang tua yang harus selalu dihormati, dan ada sesama yang harus selalu dirangkul dengan empati.

Melalui blog ini, saya ingin membagikan cerita bagaimana saya mengamalkan nilai-nilai luhur ini dalam kehidupan sehari-hari.

1. Amor Deus: Cinta Kasih kepada Tuhan dalam Kesibukan Duniawi

Nilai pertama Trilogi Nusa Putra - Amor Deus, atau cinta kasih kepada Tuhan. Bagi saya, ini merupakan nilai dasar dan menjadi sumber kekuatan dalam menjalani kehidupan yang penuh tantangan. Sebagai manusia, yang sering kali terjebak dalam rutinitas duniawi, tetapi tidak boleh melupakan bahwa hidup ini sejatinya adalah bentuk pengabdian kepada Sang Pencipta.

Sebagai mahasiswa kelas karyawan yang juga bekerja penuh waktu di industri manufaktur, saya menjalani rutinitas yang cukup padat setiap harinya. Meski begitu, saya tetap berusaha menjaga waktu untuk beribadah, terutama salat lima waktu. Bagi umat yang beragama tentunya ibadah bukan hanya kewajiban formal, tapi juga menjadi sumber ketenangan di tengah aktivitas yang padat. Inilah makna dari Amor Deus, yaitu cinta kepada Tuhan yang tumbuh bukan karena terpaksa, tetapi karena kesadaran bahwa spiritualitas adalah bagian penting dalam menjalani hidup.

Sabda Rasulullah SAW :

"Sesungguhnya Allah berfirman: Barangsiapa yang memusuhi wali-Ku maka sungguh Aku telah mengumumkan perang terhadapnya. Tidaklah seorang hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada kewajiban yang telah Aku fardhukan atasnya."

Saya juga mengikuti kajian yang diadakan oleh komunitas, baik di masjid maupun secara daring jika tidak memungkinkan hadir langsung. Topiknya cukup beragam, mulai dari pembahasan seputar akhlak, fiqih, hingga motivasi keislaman. Lewat kajian, saya bisa menambah wawasan sekaligus bertemu dengan orang-orang yang punya semangat yang sama. Bagi saya ini menjadi salah satu cara untuk terus mendekatkan diri kepada Tuhan. Karena mencintai Tuhan bukan hanya lewat ibadah harian, tapi juga lewat proses belajar dan lingkungan yang membawa kebaikan.

Kajian Ust. Hanan Attaki
Sumber : Dokumentasi pribadi

2. Amor Parentium: Cinta Kasih kepada Orang Tua sebagai Landasan Hidup

Nilai Amor Parentium mengajarkan kita untuk mencintai orang tua sebagai penjaga ajaran luhur, pewaris nilai-nilai kehidupan dari para leluhur dan nabi. Orang tua adalah sumber kekuatan dan teladan. Tanpa doa dan dukungan mereka, saya mungkin tidak akan bisa berada di titik ini. bekerja sambil kuliah, dan tetap berusaha menjadi anak yang membanggakan. Saya sadar, berbakti kepada orang tua bukan hanya tanggung jawab, tapi juga bentuk ibadah. Allah SWT berfirman :

"Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu..."
(QS. Al-Isra: 23)


Dalam Islam, kedudukan orang tua sangatlah mulia. Bahkan disebutkan dalam hadits :


"Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua, dan murka Allah tergantung pada murka orang tua."
(HR. Tirmidzi)

Melalui momen sederhana seperti berkumpul bersama keluarga, makan malam bersama setelah menjalani aktivitas masing-masing di luar rumah, mendampingi saat sakit, atau sekadar mendengarkan cerita mereka, saya belajar untuk menumbuhkan nilai Amor Parentium dalam keseharian. Ini bukan hanya bentuk penghormatan kepada orang tua, tapi juga bagian dari cinta saya kepada Allah SWT — sebuah pengamalan Amor Deus melalui Amor Parentium

Foto Bersama Keluarga saat Idul Fitri 2025
Sumber : Dokumentasi Pribadi

3. Amor Concervis: Menjalin Cinta Kasih dengan Sesama Rekan Kerja dan Mahasiswa

Selain hubungan dengan Tuhan dan Keluarga, hubungan dengan sesama juga penting. Nilai Amor Concervis dalam Trilogi Nusa Putra mengajarkan untuk hidup berdampingan dalam damai, saling menghormati dalam perbedaan, dan bekerja sama dengan ikhlas dalam berbagai situasi.

Dalam pekerjaan, saya tergabung dalam sebuah tim yang menuntut koordinasi dan kerja sama tinggi. Ada kalanya terjadi perbedaan pendapat, tekanan target, dan masalah teknis. Namun saya belajar bahwa empati, komunikasi yang sehat, dan saling membantu adalah kunci utama menjaga harmoni dalam tim. Saat deadline produksi sangat ketat kami tidak mengeluh dan menyelesaikannya bersama sebagai bentuk tanggung jawab penuh, karena kami sadar bahwa tim adalah satu kesatuan, dan keberhasilan tim adalah keberhasilan bersama. Inilah wujud nyata Amor Concervis — saling menanggung beban dengan ikhlas dan penuh pengertian.
Foto bersama office team

Sumber : Dokumentasi pribadi

Nilai ini juga dibawa ke dalam lingkungan perkuliahan. Sebagai mahasiswa kelas karyawan, banyak dari kami yang datang ke kampus setelah lelah bekerja seharian. Namun justru dalam kondisi itu, kami semakin memahami satu sama lain. Saya sering berdiskusi dengan teman-teman sekelas di sela waktu istirahat atau melalui grup WhatsApp kelas.

Pernah suatu ketika, salah satu teman kami mengalami keterlambatan mengerjakan tugas karena lembur di tempat kerja. Melihat hal itu, saya bersama teman lain menawarkan bantuan untuk menjelaskan kembali materi perkuliahan, sekaligus berbagi catatan agar ia bisa mengejar ketertinggalan. Saat menghadapi ujian, kami juga sering saling menyemangati dan belajar bersama. Tidak ada persaingan, yang ada justru semangat untuk saling mengangkat satu sama lain. Amor Concervis bukan hanya tentang menjadi “baik” pada orang lain, tetapi menjadi bagian dari solusi saat orang lain mengalami kesulitan. Hidup berdampingan secara damai, menyikapi perbedaan dengan bijak, dan tetap menjaga kebersamaan dalam tim atau kelompok belajar adalah bentuk pengamalan nyata nilai ini.

Foto bersama angkatan MN22

Sumber : Dokumentasi pribadi

Menjalani kehidupan sebagai mahasiswa kelas karyawan tentu bukan hal yang mudah. Tapi melalui nilai-nilai Trilogi Nusa Putra — Amor Deus, Amor Parentium, dan Amor Concervis — saya merasa hidup saya menjadi lebih terarah dan bermakna.

Melalui ibadah dan pendekatan diri kepada Tuhan, saya memperoleh kekuatan spiritual.
Melalui berbakti kepada orang tua, saya menjaga akar dan sumber restu hidup.
Melalui kepedulian kepada sesama, saya menjaga harmoni sosial yang indah.

Nilai-nilai ini adalah cahaya yang membimbing setiap insan Nusa Putra untuk menjadi pribadi berkarakter, bukan hanya berilmu. Semoga saya, dan kita semua, bisa terus menjaga dan mengamalkan nilai-nilai ini di setiap langkah kehidupan.

Sumber dan Referensi:

Assalamualaikum wr.wb, Shalom, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan. Salam Sejahtera untuk kita semua. Hallo Genusian !! Nama saya ...